Banyak pakar yang mengungkapkan defenisi kebutuhan informasi. Salah satunya Krikelas dalam kutipan Ishak (2006: 91), ia mendefenisikan kebutuhan informasi sebagai berikut: “...when the current state of possessed knowledge is less than needed”. Dari pengungkapan Krikelas dapat diartikan bahwa kebutuhan informasi timbul ketika pengetahuan yang dimiliki seseorang kurang dari yang dibutuhkan, sehingga mendorong seseorang untuk mencari informasi.
Memahami kebutuhan pemakai sebenarnya tidak terlalu sulit. Melakukan pendekatan dengan pemakai (user approach) adalah langkah awal untuk dapat memahami kebutuhan informasi pemakai (information need). “Pendekatan ini dilakukan terutama untuk memahami karakteristik umum pemakai, mengetahui ruang lingkup atau konteks informasi yang dibutuhkan, mengidentifikasi subjek, dan menyeleksi sumber-sumber database yang akan digunakan dalam penelusuran” (Hasugian, 2006: 6).